Oleh: emilsalim27 | 11 Desember 2010

Makna Qurban dan Kisah Nabi Ibrahim as

Assalamu’alaikum wr. wb. Syukur Alhamdulillah, pada hari ini (10 Dzulhijah 1432 H) kita kembali dapat bertemu dengan salah satu hari yang agung, yakni Hari Raya Idul Adha 1432 H.. Shalawat beserta salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan alam, Rasulullah saw. Karena beliaulah Manusia yang terdekat dengan Allah swt. dan Manusia yang Paling Mulia.

Allahuakbar… Allahuakbar… Allahuakbar…

Kalau kita berbicara tentang Qurban, maka kita akan teringat dengan kisah Nabi Ibrahim as. & kelurganya.

Pengorbanan Ibrahim Dan Keluarganya

Suatu episode kehidupan yang dilalui Ibrahim a.s. dan keluarganya dengan pengorbanan demi pengorbanan. Tidak ada pengorbanan yang lebih besar dari seorang kepala rumah tangga melebihi pengorbanan meninggalkan putra dan istri yang paling dicintainya. Tetapi itu semua dilakukan Ibrahim dengan penuh ikhlas menyambut seruan Allah, yaitu seruan dakwah. Peristiwa ini diabadikan Allah dalam Al-Qur’an di surat Ibrahim(14): ayat 37-40

Tempat di mana Hajar & Ismail di tinggalkan oleh nabi Ibrahim AS.

Disebutkan dalam riwayat, ketika Ibrahim a.s. akan meninggalkan putranya, Ismail, istrinya, Hajar, saat itu dalam kondisi menyusui. Ketika Ibrahim meninggalkan keduanya dan memalingkan wajah, Hajar bangkit dan memegang baju Ibrahim. “Wahai Ibrahim, mau pergi ke mana? Engkau meninggalkan kami di sini dan tidak ada yang mencukupi kebutuhan kami?” Ibrahim tidak menjawab. Hajar terus-menerus memanggil. Ibrahim tidak menjawab. Hajar bertanya, “Apakah Allah yang menyuruhmu seperti ini?” Ibrahim menjawab, “Ya.’ Hajar berkata, “Kalau begitu pasti Allah tidak akan menyia-nyiakan kita.”

Semenjak itu, Hajar hidup bersama dengan Ismail dengan penuh kemandirian. Beliau tidak pernah berzina dengan laki-laki lain setelah ditinggal oleh suaminya, dan juga pernah menaklukkan suatu kaum untuk mengabdi kepada Allah swt.

Dari kisah tersebut, Allah swt. Ingin menjelaskan kepada kita bahwa wanita itu tidaklah lemah dan mampu untuk berdiri sendiri. Tapi, itu bukan puncak pengorbanan Ibrahim dan keluarganya. Puncak pengorbanan itu datang dalam bentuk perintah yang lebih tidak masuk akal lagi dari sebelumnya. Ibrahim diperintah untuk menyembelih Ismail (Ash-Shaaffat: 102-109). Ismail adalah anak yang luar biasa, ia menyetujui perintah dari Allah itu, dan mengatakan kepada ayahnya agar ia termasuk anak yang sabar.

Berkah Pengorbanan

Kisah dan keteladanan Ibrahim a.s. memberikan pelajaran yang sangat dalam kepada kita bahwa pengorbanan akan melahirkan keberkahan. Ibrahim menjadi orang yang paling dicintai Allah, khalilullah, imam, abul anbiya (bapak para nabi), hanif, sebutan yang baik, kekayaan harta yang melimpah ruah, dan banyak lagi. Hanya dengan pengorbananlah kita meraih keberkahan. Dari pengorbanan Ibrahim dan keluarganya, Kota Makkah dan sekitarnya menjadi pusat ibadah umat manusia sedunia. Sumur Zamzam yang penuh berkah mengalir di tengah padang pasir dan tidak pernah kering. Dan puncak keberkahan dari itu semua adalah dari keturunannya lahir seorang manusia pilihan: Muhammad saw., nabi yang menjadi rahmatan lil’alamiin. Pengorbanan akan memberikan keberkahan bagi hidup kita, keluarga, dan keturunan kita. Pengorbanan akan melahirkan peradaban besar. Kisah para pahlawan yang berkorban telah membuktikan aksioma ini: Ibrahim dan keluarganya –Ismail, Ishaq, Siti Sarah dan Hajar; Muhammad saw. dan keluarganya –siti Khadijah, ‘Aisyah, Fatimah, dan lain-lain. Begitu juga para sahabat yang mulia: Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan lain-lain. Para pemimpin setelah sahabat, tabi’in, dan tabiit tabi’in: Umar bin Abdul Aziz, Hasan Al-Bashri, Muhammad bin Mubarak, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam As-Syafi’i, dan Imam Ahmad. Tak ketinggalan para pahlawan dari generasi modern juga telah mencontohkan kepada kita. Mereka di antaranya Ibnu Taimiyah, Muhammad bin Abdul Wahab, dan Hasan Al-Banna. Dan kita yakin akan terus bermunculan pahlawan-pahlawan baru yang siap berkorban demi kemuliaan Islam dan umatnya. Sesungguhnya, bumi yang disirami oleh pengorbanan para nabi, darah syuhada, dan tinta ulama adalah bumi yang berkah.

sumber : Dawatuna, Hudayazik & Perubahan


!$uZ­/§‘ þ’ÎoTÎ) àMZs3ó™r& `ÏB ÓÉL­ƒÍh‘èŒ >Š#uqÎ/ Ύöxî “ÏŒ ?íö‘y— y‰YÏã y7ÏF÷t/ ÇP§ysßJø9$# $uZ­/u‘ (#qßJ‹É)ã‹Ï9 no4qn=¢Á9$# ö@yèô_$$sù Zoy‰Ï«øùr& šÆÏiB Ĩ$¨Z9$# ü“ÈqöksE öNÍköŽs9Î) Nßgø%ã—ö‘$#ur z`ÏiB ÏNºtyJ¨W9$# óOßg¯=yès9 tbrãä3ô±o„ ÇÌÐÈ !$oY­/u‘ y7¨RÎ) ÞOn=÷ès? $tB ’ÅøƒéU $tBur ß`Î=÷èçR 3 $tBur 4‘xÿøƒs† ’n?tã «!$# `ÏB &äóÓx« ’Îû ÇÚö‘F{$# Ÿwur ’Îû Ïä!$yJ¡¡9$# ÇÌÑÈ ß‰ôJysø9$# ¬! “Ï%©!$# |=ydur ’Í< ’n?tã Ύy9Å3ø9$# Ÿ@‹Ïè»yJó™Î) t,»ysó™Î)ur 4 ¨bÎ) ’În1u‘ ßì‹ÏJ|¡s9 Ïä!$tã‘$!$# ÇÌÒÈ Éb>u‘ ÓÍ_ù=yèô_$# zOŠÉ)ãB Ío4qn=¢Á9$# `ÏBur ÓÉL­ƒÍh‘èŒ 4 $oY­/u‘ ö@¬6s)s?ur Ïä!$tãߊ ÇÍÉÈ

Responses

  1. ijin pake juga gambarnya ya, makasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: